GIVEAWAY (OPERATION : BREAK CASSANOVA'S HEART)

1
| Sabtu, 07 November 2015
Hayyyy, guys! Ada kabar gembira nih! Ikutan GA Operation : Break Cassanova's Heart yuk di blognya Kak Biondy Alfian sampai tanggal 11 November 2015 lhoooo. Buruan! Jangan sampai ketinggalan! Ini linknya :

http://kireinasekai.blogspot.co.id/2015/11/giveaway-break-cassanovas-heart.html

Ini adalah lini terbaru dari Penerbit Haru "Phil-Fict".



Promosi GA "So, I Married The Anti Fan"

0
| Minggu, 25 Oktober 2015

Ikutan rangkaian Blogtour (Giveaway "So, I Married The Anti Fan).

Nih, hadiah-hadiahnya :
  1. 1 novel So, I Married the Anti-fan
  2. 1 buku Haru acak.


<jadwal blog tour So, I Married the Anti-fan>

20 Oktober
Dinar Arisandy
Twitter: @dinar_arisandy

22 Oktober
Ken Astri D.
Twitter: @orion____

24 Oktober
Ria Destriana
Twitter: @riadestriana

26 Oktober
Biondy Alfian

28 Oktober
Jenny Thalia Faurine

30 Oktober
Oktabri Erwanda

1 November
Ariansyah

3 November
Hilmi Tsuraya Zulfania

5 November
Fery Juni Ismarianto

7 November
Fikriah Azhari

9 November
Cut Lilis Rusnata

11 November
Dini Y. Nurhasanah

13 November
Wardahtuljannah

15 November
Dyah Muawiyah

17 November
Ivana

19 November
Orinthia Lee

21 November
Fauziyyah Arimi


Nah ... Udah tahu kan jadwalnya? Buruan deh ikutan! Jangan sia-siakan kesempatan ini! :)

(BLOGTOUR) GIVEAWAY "P . S. I STILL LOVE YOU"

0
| Sabtu, 17 Oktober 2015
Kali ini dari Penerbit Spring akan memberikan 2 novel "P. S. I Still Love You". Kak Biondy Alfian bekerja sama dengan Penerbit Spring untuk mengadakan Giveaway novel tersebut. Cara ikut GA? Simak aturan ini dulu dengan mengisi Rafflecopter di blog http://kireinasekai.blogspot.co.id/2015/10/blogtour-giveaway-p-s-i-still-love-you.html.

Buruan lho Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 29 Oktober. Masih lama bangettt kan?? Jangan sampai ketinggalan ya :) 

Nanti juga ada Kuis Finale lho, jadi kalian harus ngumpulin potongan-potongan pertanyaan dari setiap blog. Hadiah untuk kuis Finale ini adalah novel "P.S. I Still Love You" dan paket Emerald Green Label. Keren kan??? Makanya buruan ikut!










REVIEW "LARA (A Dark Story of A Woman)

1
| Rabu, 07 Oktober 2015


Penulis  : Sybill Affiat
Editor  : Weka Swasti
Proof Reader  : Herlina P. Dewi
Desain Cover  : Theresia Rosary
Layout isi  : Sindy Fatika
Penerbit  : Stiletto Book
Cetakan  : 1, April 2015
ISBN  : 978-602-7572-38-6



Blurb



"L-a-r-a? tolong aku?!"
Tampilan layar komputer memunculkan sosok perempuan berwajah putih pucat. Rambut panjang kusut masai menutupi sebagian wajahnya yang semakin mendekat, hingga hanya tampak sepasang mata yang terus menatap dengan sorot dingin dan hampa. Lara menjerit sekencang-kencangnya dan menutup komputernya dengan sekali empasan.


Namaku Larashinta. Panggil aku Lara.

Aku benar-benar tak mampu lagi menyangkal perasaan aneh yang semakin berat menggelayuti hati dan pikiran. Aku merasa seperti mengambang dan tidak berada di dalam kehidupanku. Aku bahkan tidak bisa mengingat jadwal kuliah dan tugas-tugasku. Aku benar-benar terasing, seolah hidup sendirian di dunia ini. Aku tidak bisa berteman dengan sahabat dan teman-temanku, aku juga tidak bisa mengobrol santai dengan Mbak Saras, kakakku.

Situasi ini membuatku frustasi. Rasanya bagaikan berjalan di atas bumi yang kehilangan daya gravitasi. Segala usaha yang aku lakukan untuk menjejakkan kaki di atas daratan terasa sia-sia. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?



Lara, seorang remaja yang masih duduk di bangku kuliah harus menghadapi tekanan batin karena sang ibu memilih tidak menganggap Lara adalah anaknya semenjak kematian sang ayah. Ditambah lagi dengan kepergian kakak Lara, Saras ke Singapura untuk melanjutkan studinya. Lara merasa tidak ada lagi yang menyayangi dia. Sampai suatu saat, sebuah kejadian mengerikan menimpanya dan membuat Lara merasa terombang-ambing dalam dua dunia.


"Aku baru saja melalui sebuah perjalanan yang terasa begitu nyata, tapi juga terasa bagai mimpi buruk yang sungguh aneh dan menyeramkan." (hlm. 17)


Lara tetap merasa terasing di dunia. Dia berusaha mengingat satu per satu sosok yang begitu penting dalam hidupnya. Dia berhasil mendapatkan gambaran tentang sosok kekasihnya, Rayan.


"Rayan ... kekasihku." (hlm. 23)


Rayan, kekasih Lara yang sangat dibenci oleh ibunya karena sifat Rayan yang mabuk-mabukan dan memakai narkoba. Berulang kali Lara berjanji pada Saras untuk memutuskan Rayan dan berulang kali juga Lara tidak sanggup memutuskan Rayan. Dia berjanji akan berubah demi cintanya kepada Lara. Saras memikirkan kebahagiaan Lara, meskipun dia sendiri sedang ada masalah di Singapura.


"Hidup ini aneh." (hlm. 59)


Saras mengajukan diri untuk mengajak Lara memutuskan Rayan demi kebaikan Lara sendiri. Mereka janjian bertemu di kelab tempat mereka biasa nongkrong. Saras dan Lara kadang kala bersenang-senang dan menenggak minuman beralkohol untuk sesaat menghilangkan kepenatan karena mereka frustasi atas sikap ibu dan juga kehidupan mereka. Tidak ada lagi harapan untuk mereka. 


"Hingga saat ini, aku hanya merangkai hidup dengan menjalankan kewajiban sebagai seorang anak dan adik sebatas kemampuanku." (hlm. 65)


Saras berkepribadian cuek sebagai self defense mechanism untuk kerapuhan hati Saras atas sikap keluarga dan hidupnya saat ini. Di balik sikap cueknya itu, Saras menyimpan sebuah rahasia besar dan dia membutuhkan Lara. Lara juga masih belum mengetahui situasi yang menimpa dirinya. Lara adalah jiwa yang sedang berkeliaran saat ini. Dia belum mengetahuinya atau masih belum menerimanya.


"Ada jiwa-jiwa manusia yang berkeliaran di dunia ini, meninggalkan badannya seperti empty vessel, hanya sebuah kapal kosong." (hlm. 104)


Mbok Yam lah yang menjadi penghubung antara Saras dan Lara. Mbok Yam, seorang wanita berusia enam puluhan yang bekerja di rumah Lara semenjak mereka kecil. Dia juga mempunyai seorang anak perempuan bernama Nasmi dan meminta bantuan Lara supaya Mbok Yam mengikhlaskan kepergiannya. 


"Mendoakan adalah jalan yang terbaik." (hlm. 127)


Lara mulai tersadar bahwa dia tidak berada di dunia manusia lagi semenjak pertemuannya dengan Mbak Saras yang menumpang dalam tubuh Mbok Yam. Sebuah tabir yang sebenarnya telah terkuak. 


"Kenyataan yang teramat pahit dan terlalu jauh dari keinginanku serta pengharapanku sebagai seorang anak manusia." (hlm. 139)


Tapi di balik kenyataan pahit dalam hidup Lara, ada dua orang sahabat yang selalu mendukung Lara tanpa dia sadari. Faira, sahabat  terbaik Lara dan Dimas, sahabat Lara sejak kecil. Dimas selalu tulus mencintai Lara tanpa sepengetahuannya.


"Aku mencintai kamu tanpa pernah mengerti mengapa bisa suatu rasa tumbuh begitu besar di dalam diriku." (hlm. 225)


Lara sebuah novel yang menceritakan tentang kekelaman hidup seorang wanita. Entah itu dengan keluarga, pacar dan sahabat. Di kehidupan Lara tidak ada satu pun secercah cahaya yang menghiasi hidupnya. Saras meninggalkannya, Rayan tetap tidak berubah, ibu yang terus-menerus tenggelam dalam kegelapan. Lara merasa dunia tidak lagi menginginkannya.

Kak Sybill menggunakan alur maju-mundur sehingga pembaca tidak bertanya-tanya siapa Saras, Rayan, Dimas, Faira dan Mbok Yam. Meskipun cerita ini terlalu banyak menggunakan flashback (aku agak bingung sih di awal), aku terhanyut dalam alur ceritanya. Dengan menggunakan POV 1, cerita bergenre dark ini dapat dinikmati seluruh pembaca karena kak Sybill menulisnya dari perspektif yang berbeda. Biar nggak penasaran, buruan koleksiii.


Ada beberapa kesalahan :
1. Terdapat kesamaan kata dalam 1 kalimat (di dalam dalam genggamanku). - hlm. 15 -

2. Menurutku terlalu banyak kata 'hampa' sih.
3. Sedikit kesalahan penulisan (pipnya - pipinya). - hlm. 189 -


Ada beberapa sindiran dalam novel :
1. "Kalau saja dahulu keluarga kami tidak diberikan segalanya dengan mudah, barangkali keluarga kami akan menjadi lebih terlatih untuk menghadapi kerasnya kondisi kehidupan kami setelahnya." (hlm. 27)
2. "Seperti tinggal di kota mati yang dipenuhi mayat hidup." (hlm. 29)
3. "Tidakkah Ibu tahu, bahwa bukan hanya dia yang kehilangan? Kami pun kehilangan seorang ayah." (hlm. 30)
4. "Sikap Ibu memberikan dampak psikis yang sangat dalam pada kami, anak-anaknya. (hlm. 32)
5. "Kamu harus realistis!" (hlm. 41)


Nah ...  A Dark Story Of Lara, aku beri ...


 












| Jumat, 18 September 2015


REVIEW 'AWAITING YOU' By Nadya Prayudhi



Penulis                                        : Nadya Prayudhi
Editor                                           : Herlina P. Dewi
Proof Reader                             : Weka Swasti & Tikah Kumala
Desain Cover                             : Theresia Rosary
Layout isi                                    : Arya Zendi
Penerbit                                       : Stiletto Book

Cetakan                                       : 1,  Juni 2015
ISBN                                             : 978-602-7572-40-9



Blurb


Hilang!



Sam, suami Amora, sang chief editor Majalah Fashionette, mendadak hilang. Di tengah kekalutan dan kekacauan hidupnya, Amora dihadapkan berbagai macam ujian: anaknya bermasalah di sekolah, didekati Lody si berondong di kantornya, mendapat simpati berlebihan dari sahabat sang suami, bertemu kembali dengan cinta lama, dan diteror oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya. Semua itu membuat dirinya semakin frustasi hingga akhirnya Amora memutuskan cuti sementara dari pekerjaannya. Dan mulai mencari Sam.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan foto-foto baru yang diunggah ke laman Facebook Sam-yang membuat Amora semakin bertanya-tanya: Ke manakah Sam? Apa yang terjadi padanya? Jika dia masih hidup, mengapa tidak menghubungi Amora?

Akankah dia pulang? Atau, akankah dia menghilang selamanya?


Hidup Amora hancur berantakan. Sam tiba-tiba menghilang tanpa jelas ujung rimbanya, Bilal dan Sabin mulai bertingkah sejak kepergian Sam, belum lagi masalah di kantor Fashionette. Kedatangan Lody, terkuaknya masa lalu Amora dengan Juan. Alasan Juan meninggalkan Amora dan kebenaran di balik masa lalu Juan. Perhatian sahabat Sam, Gavin terhadap Amora yang terkesan aneh dan tidak seharusnya terjadi. Fini dan Ruru, 2 staff kesayangan Amora terutama Fini asisten super duper kesayangan Amora. Beamy, sahabat terbaik Amora dan selalu siap siaga berada di sisi Amora apapun permasalahannya.



Honey, where are you? Semoga di manapun kamu sekarang, kamu masih ingat aku dan anak-anak kita. (Hal. 11)


Amora selalu berharap Sam pulang ke rumah dan berkumpul kembali dengan dia beserta Bilal dan Sabin. Amora percaya Sam tidak pernah mengkhianatinya. Sam adalah seorang lelaki bertanggungjawab dan selalu menjadi kebanggaan Amora beserta keluarga. Sam begitu sabar dan pengertian tentang karir Amora. Sam bersedia mengasuh kedua anak pada saat Amora sibuk bekerja di Fashionette, majalah wanita yang telah dibesarkan Amora. Sempat Sam meminta Amora untuk meninggalkan pekerjaan dan seutuhnya menjadi seorang ibu, tapi melihat Amora diam membisu Sam mengalah. 


A Happy Wife, A Happy Life ... (Hal. 20)


Selama penantian menunggu kepulangan Sam, Lody, si anak fotografer mulai memberikan warna tersendiri bagi kehidupan Amora. Sayang, Amora tidak mau mengakuinya. Dia tidak ingin terjadi hubungan terlarang antara dia dan Lody.


Aku wanita terhormat yang sudah menikah dan punya anak. Jangan punya rasa, Amora! Stop whatever that you're feeling. NOW! (Hal. 58)



Dari awal melihat cover novel 'Awaiting You' aku sudah jatuh hati sama novelnya. Kursi, jendela, pesawat benar-benar jelas menggambarkan bahwa sang tokoh utama sedang menanti seseorang. Kebahagiaan pernikahan seseorang sedang dipertanyakan akibat suaminya tiba-tiba menghilang bagai debu. Sudut pandang orang ketiga yang digunakan oleh penulis membuatku tersihir dengan alur cerita yang runtun, pengkarakterisasian yang baik serta gaya bahasa ringan. Aku seakan diajak pembaca untuk larut dalam intrik-intrik masalah yang sedang dihadapi oleh Amora. Rasa geregetan, amarah dan kadang bikin senyum-senyum sendiri seakan nyata saat membaca. Tapi, sayang font untuk blurb di bagian belakang novel kurang menarik menurutku. Terlalu biasa saja sih. Simple memang tapi ada sesuatu yang kurang. Hehehehe Twist di akhir bikin deg-deg serrrr.


Di novel ini, juga tersebar beberapa kalimat sindiran :

  1. "Jumlah mereka hanya lima, tapi ramainya seperti rombongan anak TK." (hal. 23)
  2. "Bapak kan seorang pendidik dan anak saya adalah murid Bapak. Walaupun memang benar anak anak saya bersalah, saya rasa tidak pantas ia diperlakukan seperti penjahat semacam ini." (hal. 31)
  3. "Don't drink and drive." (hal. 35)
  4. "Aku rasa dia sedang mempermainkan kita." (hal. 43)
  5. "Sounds like a Hollywood movie, Gavin. Please, be more realistic." (hal. 46)
  6. "Teganya dia! Mentang-mentang aku masih kecil ia pikir bisa mempermainkan aku seperti ini." (hal. 69)
  7. "Keterlaluan! Baru berjasa begitu saja dia sudah minta uang. Dasar mental tempe! Berpikir dia telah menolong orang langsung diduitin. Apa-apa diduitin." (hal. 137)
  8. "Kamu bukan menyerah, Juan. Tapi, kamu memang tidak pernah mencintaiku sebesar itu untuk mau memperjuangkanku." (hal. 151)
  9. "Kalau mau pergi, pamitlah seperti gentleman lainnya. Katakan dengan baik-baik Apa pun alasannya, nggak fair bagi Amora untuk lo tinggalin begitu aja. Katanya lo pria yang bertanggungjawab, kan? Meninggalkan istri dan anak-anak tanpa penjelasan seperti itu -- hmmm, just not cool, Dude!" (hal. 247)
  10. "Ternyata Sam IS that type." (hal. 251)

Sometimes good things fall apart, so better things can fall together. (Hal. 257)


UNTUK KEPEDIHAN HATI AMORA 

   


Happy reading ^_^




 

REVIEW 'RAHASIA LANTAI KEEMPAT' By Rettania

2
| Rabu, 01 Juli 2015




Penulis : Rettaniea

Editor : Ry Azzura & Syafial Rustama

Penyelaras Aksara : Funy DRW

Penata letak : Irene Yunita & Erina Puspitasari

Desain dan ilustrasi sampul : Dedy Koerniawan & Ayu Widjaja

Penerbit : Bukune

Cetakan : Pertama, April 2015

Jumlah hal. : vi + 154 halaman

ISBN : 978-602-220-153-3

Blurb 

Sebuah catatan usang misterius ditemukan di perpustakaan sekolah. Di atas tulisan tangan yang dibuat tergesa-gesa itu, terbaca : RAHASIA LANTAI KEEMPAT. Nikki, Fara, Randy, dan Neil-empat sahabat penyuka misteri-jelas jadi penasaran. Bagaimana bisa, sekolah yang jelas-jelas terdiri dari tiga lantai ini memiliki lantai keempat?

Bersama, mereka melakukan ritual rahasia dan berhasil menemukan jawabannya. Sebuah dimensi lain, di mana sesuatu yang jahat menunggu. Menghancurkan semangat, mental, dan menjebak mereka untuk selamanya berada di sana....

Mampukah keempat sahabat itu melawan terror yang menghalangi mereka kembali ke dunia nyata? Atau menyerah dan ikut hilang bersama... LANTAI KEEMPAT.


Berawal dari ruang perpustakaan, Fara menemukan sebuah buku. Rasa penasaran mulai menggelayuti Fara dan perlahan dia membuka buku tersebut. Nikki memandang Fara dan penasaran apa yang akan dilakukan oleh Fara. Di sinilah sebuah tabir kebenaran tentang urban legend di sekolah mereka terkuak. Jelas, kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh Nikki untuk bahan tulisan madingnya. Fara dan Nikki mencoba mengajak dan meyakinkan Neil dan Randy untuk melakukan ritual rahasia mencapai LANTAI KEEMPAT dan menjawab rasa penasaran Fara serta sebagai riset tulisan Nikki agar tulisannya menjadi lebih menarik serta terasa kental kesan horrornya, apakah LANTAI KEEMPAT itu benar adanya?

Setiap sekolah pasti punya cerita-cerita misterinya sendiri. Rumor yang beredar dari generasi ke generasi; disebarkan secara verbal dari senior ke junior. (hal.7)


Mereka tidak tahu bahwa dari awal semua ini adalah semacam jebakan. Ada seseorang yang mengawasi mereka. Entah itu hantu Maria atau siswi lain. Maria adalah seorang siswi korban bully, rajin dan pintar, yang diberitakan telah bunuh diri dan ada juga pemberitaan bahwa Maria menghilang. Sebelum menemukan buku tersebut, Nikki mendengarkan suara gelang bergemerincing milik seorang siswi. Dia tidak mempedulikannya. Siapakah dia? Apakah Maria si hantu legendaris di sekolah mereka?


Setelah Neil, kekasih Fara setuju dan Randy, sahabat Neil juga setuju; mereka memulai semacam 'uji nyali' untuk membuktikan kebenaran LANTAI KEEMPAT. Apakah petunjuk dalam catatan di buku usang yang ditemukan oleh Fara membuat mereka berhasil? Apakah dengan sampai di LANTAI KEEMPAT mereka dapat menemukan seorang penunggu tua yang dapat mengabulkan permintaan apa saja? Apakah mereka malah bertemu dengan sosok berbeda atau malah bertemu hantu Maria? Apakah mereka dapat kembali atau juga menghilang? Sekolah mereka hanya memiliki 3 lantai, bangunan sekolah ini berbentuk U. Jadi, mana mungkin ada LANTAI KEEMPAT?


Cinta segiempat melatarbelakangi kisah kehidupan sekolah anak SMA saat ini. Neil dengan pembawaan yang easy going, bijaksana dan ramah mampu memikat hati para wanita dalam sekejap termasuk sahabatnya, Fara dan Nikki. Neil memilih Fara sebagai kekasihnya sehingga membuat Nikki merasa iri dengan apapun yang dilakukan Fara. Fara, seorang kutu buku, pendiam, dan pengalah. Nikki, anggota klub mading, cewek egois, dan memendam perasaan pada Neil. Randy, seorang cowok cuek dan memendam perasaan pada Nikki. 


Selanjutnya, saya membahas kekurangan dari novel ini adalah terlalu tipis menurutku. Perlu penjelasan lebih lanjut bagaiman hantu Maria si legendaris itu, misalnya : masa lalunya. Tentang bagaimana kelanjutan hubungan Randy dan Nikki. Berharap dibuat sekuel selanjutnya. Hehehehe


Kelebihan dari buku ini, Kak Rettania telah berhasil memberikan porsi yang seimbang bagi masing-masing tokoh mengingat porsi cerita yang disajikan pun tidak terlalu banyak dan bertele-tele. Awal membaca novel ini, Kak Rettania sudah menghadirkan konflik yang menantang. Konflik di awal membuat pembaca tertantang untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Kak Rettania pandai membawa pembaca untuk tidak melepaskan rasa penasaran dan ketegangan-ketegangan dalam petualangan Nikki, Fara, Randy dan Neil. Novel horror dengan sentuhan misteri memang lebih menegangkan. Ini pertama kali baca novel Kak Rettania dan udah langsung tertarik berkat alurnya yang mengalir.


Buku ini menggambarkan pesan moral sederhana. "Kita tidak dapat hidup seorang diri di dunia ini, kita butuh berpuluh-puluh, beratus-ratus bahkan beribu-ribu orang di dunia. Tuhan menciptakan manusia untuk saling memahami dan menjaga satu sama lain. Persahabatan seperti hujan dan pelangi. Saling mengisi satu sama lain."


Beberapa kata sindiran dalam novel ini :
1. "Klasik," komentar Randy, sambil membetulkan posisi kacamatanya, sebelum akhirnya kembali sibuk dengan game di ponselnya. (hal.9)
2. "Seru? Ribet iya," sahut Randy. (hal.11)
3. "Paling enggak, urban legend ini bisa jadi cerita yang lebih menarik daripada nulis tentang cowok-setengah-bule-dambaan-wanita-satu-sekolahan yang akhirnya pacaran sama Miss Perfect." (hal.13)
4. "Nyinyir amat, sih." (hal.13)
5. "Asyik dari Hongkong?" (hal.16)
6. "Serius amat, sih, lantai empatnya juga nggak bakal ada." (hal.21)
7. "Kurang kerjaan...." (hal.21)
8. "Jealous, ya?" (hal.26)
9. "Kalau takut, nyerah aja." (hal.30)
10. "Jangan cuma bisa nyalahin orang, not helping." (hal.65)
11. "You can stop blaming her." (hal.65)
12. "Bukan waktunya salah-salahan. Mending sekarang kita pergi dar sini-" (hal.78)
13. "Lo selalu begitu. Egois. Apa lo nggak mikirin perasaan gue? Lo cuma mikirin diri lo sendiri." (hal.85)
14. "Yang penting sekarang, gimana caranya kita bisa keluar dari sini. Nggak usah bahas yang nggak perlu." (hal. 86)
15. "Thank you, Captain Obvious." (hal.94)


4 hello kitty untuk 4 sahabat :)




 

Copyright © 2010 MY BOOK NOTE Blogger Template by Dzignine