REVIEW 'RAHASIA LANTAI KEEMPAT' By Rettania

| Rabu, 01 Juli 2015




Penulis : Rettaniea

Editor : Ry Azzura & Syafial Rustama

Penyelaras Aksara : Funy DRW

Penata letak : Irene Yunita & Erina Puspitasari

Desain dan ilustrasi sampul : Dedy Koerniawan & Ayu Widjaja

Penerbit : Bukune

Cetakan : Pertama, April 2015

Jumlah hal. : vi + 154 halaman

ISBN : 978-602-220-153-3

Blurb 

Sebuah catatan usang misterius ditemukan di perpustakaan sekolah. Di atas tulisan tangan yang dibuat tergesa-gesa itu, terbaca : RAHASIA LANTAI KEEMPAT. Nikki, Fara, Randy, dan Neil-empat sahabat penyuka misteri-jelas jadi penasaran. Bagaimana bisa, sekolah yang jelas-jelas terdiri dari tiga lantai ini memiliki lantai keempat?

Bersama, mereka melakukan ritual rahasia dan berhasil menemukan jawabannya. Sebuah dimensi lain, di mana sesuatu yang jahat menunggu. Menghancurkan semangat, mental, dan menjebak mereka untuk selamanya berada di sana....

Mampukah keempat sahabat itu melawan terror yang menghalangi mereka kembali ke dunia nyata? Atau menyerah dan ikut hilang bersama... LANTAI KEEMPAT.


Berawal dari ruang perpustakaan, Fara menemukan sebuah buku. Rasa penasaran mulai menggelayuti Fara dan perlahan dia membuka buku tersebut. Nikki memandang Fara dan penasaran apa yang akan dilakukan oleh Fara. Di sinilah sebuah tabir kebenaran tentang urban legend di sekolah mereka terkuak. Jelas, kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh Nikki untuk bahan tulisan madingnya. Fara dan Nikki mencoba mengajak dan meyakinkan Neil dan Randy untuk melakukan ritual rahasia mencapai LANTAI KEEMPAT dan menjawab rasa penasaran Fara serta sebagai riset tulisan Nikki agar tulisannya menjadi lebih menarik serta terasa kental kesan horrornya, apakah LANTAI KEEMPAT itu benar adanya?

Setiap sekolah pasti punya cerita-cerita misterinya sendiri. Rumor yang beredar dari generasi ke generasi; disebarkan secara verbal dari senior ke junior. (hal.7)


Mereka tidak tahu bahwa dari awal semua ini adalah semacam jebakan. Ada seseorang yang mengawasi mereka. Entah itu hantu Maria atau siswi lain. Maria adalah seorang siswi korban bully, rajin dan pintar, yang diberitakan telah bunuh diri dan ada juga pemberitaan bahwa Maria menghilang. Sebelum menemukan buku tersebut, Nikki mendengarkan suara gelang bergemerincing milik seorang siswi. Dia tidak mempedulikannya. Siapakah dia? Apakah Maria si hantu legendaris di sekolah mereka?


Setelah Neil, kekasih Fara setuju dan Randy, sahabat Neil juga setuju; mereka memulai semacam 'uji nyali' untuk membuktikan kebenaran LANTAI KEEMPAT. Apakah petunjuk dalam catatan di buku usang yang ditemukan oleh Fara membuat mereka berhasil? Apakah dengan sampai di LANTAI KEEMPAT mereka dapat menemukan seorang penunggu tua yang dapat mengabulkan permintaan apa saja? Apakah mereka malah bertemu dengan sosok berbeda atau malah bertemu hantu Maria? Apakah mereka dapat kembali atau juga menghilang? Sekolah mereka hanya memiliki 3 lantai, bangunan sekolah ini berbentuk U. Jadi, mana mungkin ada LANTAI KEEMPAT?


Cinta segiempat melatarbelakangi kisah kehidupan sekolah anak SMA saat ini. Neil dengan pembawaan yang easy going, bijaksana dan ramah mampu memikat hati para wanita dalam sekejap termasuk sahabatnya, Fara dan Nikki. Neil memilih Fara sebagai kekasihnya sehingga membuat Nikki merasa iri dengan apapun yang dilakukan Fara. Fara, seorang kutu buku, pendiam, dan pengalah. Nikki, anggota klub mading, cewek egois, dan memendam perasaan pada Neil. Randy, seorang cowok cuek dan memendam perasaan pada Nikki. 


Selanjutnya, saya membahas kekurangan dari novel ini adalah terlalu tipis menurutku. Perlu penjelasan lebih lanjut bagaiman hantu Maria si legendaris itu, misalnya : masa lalunya. Tentang bagaimana kelanjutan hubungan Randy dan Nikki. Berharap dibuat sekuel selanjutnya. Hehehehe


Kelebihan dari buku ini, Kak Rettania telah berhasil memberikan porsi yang seimbang bagi masing-masing tokoh mengingat porsi cerita yang disajikan pun tidak terlalu banyak dan bertele-tele. Awal membaca novel ini, Kak Rettania sudah menghadirkan konflik yang menantang. Konflik di awal membuat pembaca tertantang untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Kak Rettania pandai membawa pembaca untuk tidak melepaskan rasa penasaran dan ketegangan-ketegangan dalam petualangan Nikki, Fara, Randy dan Neil. Novel horror dengan sentuhan misteri memang lebih menegangkan. Ini pertama kali baca novel Kak Rettania dan udah langsung tertarik berkat alurnya yang mengalir.


Buku ini menggambarkan pesan moral sederhana. "Kita tidak dapat hidup seorang diri di dunia ini, kita butuh berpuluh-puluh, beratus-ratus bahkan beribu-ribu orang di dunia. Tuhan menciptakan manusia untuk saling memahami dan menjaga satu sama lain. Persahabatan seperti hujan dan pelangi. Saling mengisi satu sama lain."


Beberapa kata sindiran dalam novel ini :
1. "Klasik," komentar Randy, sambil membetulkan posisi kacamatanya, sebelum akhirnya kembali sibuk dengan game di ponselnya. (hal.9)
2. "Seru? Ribet iya," sahut Randy. (hal.11)
3. "Paling enggak, urban legend ini bisa jadi cerita yang lebih menarik daripada nulis tentang cowok-setengah-bule-dambaan-wanita-satu-sekolahan yang akhirnya pacaran sama Miss Perfect." (hal.13)
4. "Nyinyir amat, sih." (hal.13)
5. "Asyik dari Hongkong?" (hal.16)
6. "Serius amat, sih, lantai empatnya juga nggak bakal ada." (hal.21)
7. "Kurang kerjaan...." (hal.21)
8. "Jealous, ya?" (hal.26)
9. "Kalau takut, nyerah aja." (hal.30)
10. "Jangan cuma bisa nyalahin orang, not helping." (hal.65)
11. "You can stop blaming her." (hal.65)
12. "Bukan waktunya salah-salahan. Mending sekarang kita pergi dar sini-" (hal.78)
13. "Lo selalu begitu. Egois. Apa lo nggak mikirin perasaan gue? Lo cuma mikirin diri lo sendiri." (hal.85)
14. "Yang penting sekarang, gimana caranya kita bisa keluar dari sini. Nggak usah bahas yang nggak perlu." (hal. 86)
15. "Thank you, Captain Obvious." (hal.94)


4 hello kitty untuk 4 sahabat :)




2 komentar:

{ narulinia zahara } at: 27 Juli 2015 21.15 mengatakan...

Novel horror... bikin tegang tapi gak bisa berhenti baca kalo belum habis xD

{ Agatha Vonilia } at: 14 Agustus 2015 09.05 mengatakan...

Seru bangett lhoo novelnya. Horror teenlit yang pas banget kalau lagi pengin mendalami genre horror. :)

Posting Komentar

 

Copyright © 2010 MY BOOK NOTE Blogger Template by Dzignine