[REVIEW] MY WEDDING DRESS

0
| Sabtu, 23 April 2016





Penulis : Dy Lunaly
Penyunting : Starin Sani
Perancang Sampul : Titin Apri Liastuti
Ilustrasi isi : Dy Lunaly
Pemeriksa aksara : Fitriana STP & Septi Ws
Penata aksara : refresh.atelier
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : 1, Oktober 2015
ISBN : 978-602-291-106-7


"Untuk mereka yang (masih) percaya akhir setiap kisah cinta adalah bahagia selamanya ...."


Blurb

Apa yang lebih mengerikan selain ditinggalkan calon suamimu tepat ketika sudah akan naik altar? Abby pernah merasakannya. Dia paham betul sakitnya.

Abby memutuskan untuk berputar haluan hidup setelah itu. Berhenti bekerja, menutup diri, mengabaikan dunia yang seolah menertawakannya. Ia berusaha menyembuhkan luka. Namun, setahun yang terasa berabad-abad ternyata belum cukup untuk mengobatinya. Sakit itu masih ada, bahkan menguat lebih memilukan.

Lalu, Abby sampai pada keputusan gila. Travelling mengenakan gaun pengantin! Meski tanpa mempelai pria, ia berusaha menikmati tiap detik perjalanannya. Berharap gaun putih itu bisa menyerap semua kesedihannya yang belum tuntas. Mengembalikan hatinya, agar siap untuk menerima cinta yang baru.


Haloo ... Kak Dy Lunaly maaf ya reviewnya malah telat. Hehehee Kali ini aku akan menebarkan quotes-quotes dulu ya kak Dy. Kan biasanya setelah blurb sinopsis dulu. Entah ... aku masih terhanyut dalam setiap tulisan kakak. Abby, Gigi, Wira dan Andre, kisah mereka dan setiap perkataan mereka memberikan semangat dan jiwa baru bagiku. Ternyata hidup itu sebegitu rumitnya tapi menyenangkan. Aku ingin membagikan itu semuaa terlebih dahulu sebelum aku mengulik perjalanan hidup seorang Abigail Kenan Larasati. Inilah quotes-quotes yang menarik menurutku :

"When I stand here taking every breath without you." (hal. 12)
"One bad day is just that; one bad day. Jangan sampai satu hari buruk merusak kebahagiaan yang sedang menganter untuk menghampiri kehidupan kita. So, smile and don't ever stop." (hal. 18)
"Tapi, aku harus merelakan masa lalu untuk berjalan menuju masa depan." (hal. 20)
"There is no good in goodbye but we should do it to move forward." (hal. 22)
"You don't have to be genius, witty, or polite. You just have to be honest." (hal. 23)
"Travelling ngajarin kamu untuk mensyukuri hal-hal kecil dan ngajarin kamu melihat kebahagiaan dari sudut pandang yang berbeda." (hal. 26)
"Hidup itu cantik banget dan sayang kalau cuma disia-siain buat nangisin Andre doang." (hal. 26)
"Travelling untuk jatuh cinta lagi sama hidup dan menemukan diri kamu." (hal. 27)
"Bandara tempat semua hal yang saling bertolak belakang berkumpul dan terlihat wajar." (hal. 29)
"You haven't known me that long, but you think there maybe something wrong with me. Actually, you are right!" (hal. 31)
"Tidak ada manusia yang benar-benar ahli menghindar dari kenangan, termasuk aku." (hal. 35)
"Pria ini sangat beruntung, Tuhan pasti sedang santai ketika memahat wajahnya." (hal. 39)
"Sorry, I read what you were writing. My eyes were just wandering." (hal. 44)
"Aku cuma cowok biasa yang cukup beruntung bisa makan sama cewek luar biasa." (hal. 46)
"Bukankah banyak yang bilang, satu-satunya yang tidak berubah dalam hidup adalah perubahan itu sendiri?" (hal. 52)
"Seperti yang Wira bilang, terkadang nama tidak penting, yang penting adalah kenangan yang tersisa." (hal. 56)
"Because life is supposed to be unpredictable ride, right?" (hal. 57)
"Ngobrol sama orang asing selalu jadi pengalaman yang luar biasa karena kita nggak pernah tahu siapa yang kita ajak ngobrol, gimana kehidupan yang mereka jalani, cerita apa yang mereka punya. Itu ngajarin aku buat nggak cepat menghakimi, dan itu nyenengin." (hal. 65)
"Punggungnya yang memberi kesan kokoh sekaligus hangat. Siapa pun yang memiliki pasangan dengan punggung seperti itu, dia wanita yang beruntung." (hal. 70)
"You hold onto memories so tight, Dear." (hal. 73)
"I don't deserve heaven. Oh, you deserve so much more than you think you do." (hal. 83)
"Cinta itu sama kayak energi. Sekali hadir, dia nggak akan pernah bisa menghilang, hanya bisa berubah bentuk." (hal. 110)
"Life is more than a series of moments. We can always make choices. And that's what makes us who we are." (hal. 112)

*********

Abigail Kenan Larasati bersiap menyambut hari bahagianya dengan mengucap wedding-vow di atas altar bersama Andre Danadyaksa. Abby tidak pernah membayangkan hari pernikahannya akan tiba. Andre, cowok yang begitu mencintai Abby dan ingin membangun kehidupan masa depan yang telah dipersiapkan bersama Abby. Seluruh persiapan pernikahan telah dilakukan, Abby terlihat begitu cantik mengenakan gaun satin berwarna sampanye ini berlapis lace dengan aksen swarovski pada bagian dada dan ujung gaun. Pengantin tercantik yang pernah dilihat oleh Gigi, Gabriella Karen Saraswati, si ahli fashion dan stylist di salah satu majalah lifestyle terkenal. Segalanya sempurna! Di balik kesempurnaan, pasti ada satu hal terselip di sana karena di dunia ini mana ada sih yang sempurna? Andre tidak akan pernah datang. Pesta pernikahan batal.

Setahun mengurung diri dan mengucilkan diri dari dunia luar, Abby mencetuskan sebuah ide gilaaa setelah membaca buku Travelling Story by Quirky Traveler. Gigi membantu Abby segala macam persiapan travelling. Penang, menjadi pilihan Abby untuk travelling kali ini. Ada yang unik lhooo ... Abby memutuskan memakai gaun pengantin selama dia travelling. Gila?!

Tiba di bandara, dia begitu terpesona karena dia sangat menyukai bandara. Baginya bandara memiliki arti spesial. Di bandara, ada 1 pria menarik perhatiannya. Pria berkacamata sambil menggunakan headset dan menurut Abby dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Menarik, sungguh menarik.

Perjalanan Abby pun dimulai. Biasanya dia selalu antipati kalau melakukan perjalanan seorang diri. Pengaruh trauma juga sih katanya. Penang, dia bertemu Wirasana Pieter Smith. Seorang traveller dan ternyata si Quirky Traveler, penulis favorit Gigi. Semenjak bertemu Wira, hidup seorang Abby berubah. Siapa sangka pria asing yang tiba-tiba dia kenal akan menjadi pria favorit seorang Abby?

Setiap orang memiliki masalah tersendiri dalam hidupnya, tergantung diri sendiri mau melepaskan belenggu tersebut atau tidak. Aku acungi jempol untuk Abby dan Wira karena mereka telah berhasil meraih impian mereka. Gigi, Noura, Jiyad, Adhia dan Kalyan akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian termasuk aku.


***********

Ah, Kak Dy bikin aku jatuh cinta kuadrat deh sama sosok Wira. Semoga aja ada cowok kayak Wira, pastiii aku bakalan dibuat melting setiap hari. Hehehehee Kak Dy seakan memberikan nyawa pada setiap tokoh-tokohnya hingga aku merasa mereka itu real. Porsi yang kakak berikan untuk karakter mereka sungguh pas sehingga pembaca merasa nyaman membacanya dan malah geregetan deh sama Andre. Ternyata diaaa........

Diceritakan dari sudut pandang Abby, membuatku ikut merasakan dan seakan mengalami segala hal yang terjadi pada Abby. Apalagi waktu travelling, aku diajak berkeliling ke berbagai tempat oleh Abby dan Wira. Ternyata travelling itu menyenangkan, aku anak rumahan dan selalu dikekang oleh orang tua. Kalau Abby karena trauma dan dia antipati travelling sedangkan aku pengin travelling tapi nggak pernah sekalipun dapat ijin dari orang tua. Yah ... Orang tua terlalu sayang ke anaknya. #eh malah curhat

Alur dan plotnya menyatu dan mengalirrr bangettt bikin aku baca sekali duduk dan sampai nggak makan juga karena sayang melewatkan sedetik pun kisah Abby dan Wira. Kak Dy berhasil membuatku terbawa suasana dan nggak mau pergi meninggalkan mereka. Bikin aku ketagihan baca, baca dan baca lagi.

Setting tempat ini bikin ngilerrr deh pengin ke sana. Aku pengin bagi-bagi berbagai tempat menarik yang Kak Dy kisahkan dalam setting novel My Wedding Dress. Kalian juga pasti bakalan pengin ke sanaa dan terpikat dengan keindahan pesonanya.

"Armenian House, bentuk bangunan yang khas dengan jendela tinggi berdaun kayu yang kokoh, dinding yang dicat putih, penghalang sinar matahari dari potongan kayu dan lukisan secangkir kopi panas di sisi lainnya. Like a house." (hal. 69)

"Dermaga ini terkenal dengan nama Clan Jetties, perkampungan nelayan yang sepenuhnya berdiri di atas laut." (hal. 126)

"Bali Bali Cafe, salah satu kafe yang kata Wira termasuk sepuluh kafe terbaik di Gurney Drive, pusat jajanan yang terkenal di Penang." (hal. 143)

3 tempat yang wajib dan harus dikunjungi kalau ke Penang. Akuuuuuu penginnnn.... Hehehee

Gaya bahasa Kak Dy juga smooth banget dan nggak terlalu formal. Pokoknya aku suka tulisan Kak Dy, garis keras meskipun My Wedding Dress adalah novel perdana perkenalanku dengan tulisan Kak Dy. Aku udah dibuat jatuh cinta lagi dan lagi dan lagiiii samaaaaa tulisan kakak. Aku juga tidak menemukan typo. Makin nyaman dan bikin aku tambah berbinar-binar.

Untuk Abby, Wira, Gigi dan sahabat-sahabat, aku tebar 5 hello kitty .....




 

Copyright © 2010 MY BOOK NOTE Blogger Template by Dzignine