DI BALIK KEKELAMAN TERSEMBUNYI PERCIKAN KEBAHAGIAAN

0
| Minggu, 08 Mei 2016

REVIEW TO BE WITH YOU 



Penulis : Indah Hanaco

Penerbit : Elex Media Komputindo

Editor : Afrianty P. Pardede

Cetakan : I, 2016

ISBN : 978-602-02-8244-2


Blurb

Ludmilla Farani, pernah melupakan kesukaannya pada stiletto karena memiliki kekasih yang kalah tinggi. Declan Eugene Arsjad, meninggalkan kampanyenya sebagai aktivis demi mendapatkan cinta lama yang ternyata belum terlupakan.

Sebuah "proyek khusus" membuat mereka berdekatan dalam banyak kesempatan. Hingga Milla dan Declan kian nyaman dalam jalinan pertemanan. Namun ketika perasaan sudah terlalu sulit untuk dikendalikan, mereka menyadari kalau sudah terlalu jauh saling terpesona.

Anting berlian dan lamaran mendadak di sebuah trotoar, mengubah segalanya. Tapi mereka belum sempat bersumpah setia di depan Tuhan saat Declan menjadi korban penculikan di Pantai Gading. Lelaki itu kehilangan kegembiraan dan didera trauma berkepanjangan.

Kebahagiaan rasanya nyaris musnah saat Declan memilih untuk berpisah. Memilih menyesap rasa sakitnya sendirian. Milla terluka dan bersumpah akan membenci Declan selamanya. Tapi saat lelaki itu meminta kesempatan kedua, apakah hatinya punya keteguhan untuk tetap menolak?


*******

Milla tidak menyangka hidupnya akan berubah 180 derajat setelah Hardy tiba-tiba datang ke tokonya memintanya untuk memutuskan hubungan. Milla, seorang gadis keras kepala tidak mau menerima keputusan sepihak Hardy. Ternyata selama ini Hardy berkhianat. Dunia seakan runtuh bagi Milla. Kedua kakaknya, Stanley dan Edmund kelabakan melihat sikap Milla. Dia menjadi pemurung, ceroboh dan baginya tidak ada lagi yang bisa diharapkan dalam hidupnya. Hatinya telah hancur berkeping-keping tanpa sisa. Dia berjanji tidak akan menerima cinta baru dan menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Kepedihan dan patah hatinya hanya waktu yang bisa menyembuhkan. 



"Patah hati, kekejaman yang melanggar perikemanusiaan dan hati nurani." hal. 268


Milla berkutat dengan praline dan truffle. Di dalam buku juga dijelaskan proses-proses Milla membuat cokelat-cokelatnya yang yummy dan bikin ngiler deh. Sempat penasaran juga sih bedanya praline dan truffle itu apa dan ternyata kalau praline itu isinya kebanyakan kacang-kacangan gitu. Bentuknya sih hampir sama dengan truffle tapi yang aku tahu kalau truffle itu dominan bentuknya seperti bola-bola kecil. Saat digigit pun isinya juga cokelat yang bikin hati adem. Bener nggak Milla? Jangan sedih terus dong, kasihan Bintang, Tuti dan Citra itu kelabakan di dapur "Cinta Cokelat" menangani pesanan pelanggan. Untung aja mereka sabar dan paham masalah Milla. Apalagi kalau Milla udah belajar resep baru seperti brownies gulung, sacher torte, muffin dan eclair. Jadi, laper kan? Dateng langsung aja ke "Cinta Cokelat". Hohoho Ada dampak positif juga sih setelah putus dua kali. Kok dua kali? Rahasia dong ... Milla mencoba menyajikan menu baru di "Cinta Cokelat" demi mengusir kegalauan hatinya. Patut dicontoh!

Tampaknya drama kehidupan Milla belum juga berakhir. Pertemuannya dengan Declan Eugene Arsjad memberikan warna tersendiri dalam kehidupan Milla. Padahal Declan pun masih mengejar masa lalunya. Mereka berdua saling memanfaatkan satu sama lain. Tapi, Tuhan telah menuliskan skenario yang berbeda bagi mereka. 

Declan, si aktivis lingkungan mengambil sebuah keputusan terbesar dalam hidupnya untuk mengejar Ruth, mantan kekasihnya. Dia memilih tinggal di Indonesia. Pilihan tersulit dalam hidup Declan karena bagi seorang aktivis hidupnya akan selalu nomaden tergantung di mana kampanye peduli lingkungan hidup dilakukan. Declan kecewa dan tidak berdaya ternyata Ruth telah memiliki seorang kekasih. Gara-gara ide gila Sean dan didukung oleh ketiga saudaranya (nggak semua juga sih) Aurora, Maxim dan Darien, Declan dipertemukan pada Milla. Milla mendapatkan harapan dan cinta baru dari Declan walau masalah dan penderitaan selalu memenuhi hidup Milla. Kali ini Declan telah merenggut segalanya dari Milla. Declan juga tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Milla. Meskipun mereka berdua terlambat menyadari perasaannya, Tuhan selalu memberikan kebahagiaan pada hamba-Nya. Milla, salah satu perempuan yang tertarik dengan pekerjaan Declan dan mengijinkannya untuk melakukan kampanye ke Pantai Gading dan Sierra Leone. Hingga sebuah peristiwa mengubah hidup Declan. Akankah Declan dan Milla berhasil dalam hubungan mereka? Ataukah Declan harus menorehkan kembali luka terdalam bagi Milla?


"Cinta itu pemakluman, bukan adu kuat siapa yg paling diprioritaskan."
-Milla-


*******

Membaca novel kak Indah satu ini membawa ingatanku kembali ke Perfect Purple di mana selalu dihiasi dengan kegiatan aktivis kelautan yang sangat tangguh. Declan pun berprofesi sama dengan Neal, hanya saja di novel To Be With You tidak terlalu jauh membahas kegiatan aktivisnya karena fokus pada kegalauan hati Milla dan cinta baru Milla. Apalagi dalam To Be With You, kak Indah membahas lebih detail tentang "Cinta Cokelat" dan segala macam kue yang berhubungan dengan cokelat. Kak Indah selalu memberikan ilmu baru. Kali ini dalam hal pembuatan cokelat dan bahkan di akhir buku ada resep spesial "Sacher Torte." Hubungan antara pecinta cokelat dan si alergi cokelat menarikk lho untuk dibaca. Aku suka tema yang sangat unik dan so sweet ini. Bagaimana dengan kalian? 

Cover dalam novel ini juga mengambil salah satu peristiwa dalam ceritanya dan kisah cinta antara "Declan dan Milla" pun dimulai semenjak peristiwa tersebut. 

Gaya bahasa kak Indah seperti biasa mengalir dan sarat akan makna tetapi tidak berkesan menggurui. Amanah-amanah yang diberikan pun selalu menyejukkan hati dan bikin melting serta bersemangat lagi. Masa depan itu kita sendiri yang menentukan bukan orang lain dan apapun keputusan yang dipilih harus dijalani sepenuh hati.

Porsi untuk masing-masing tokoh udah pas menurutku dan semua tokoh ikut andil dalam cerita. Tidak ada yang hanya berperan sebagai pemanis saja.

Alur maju yang dibangun dengan sedikit flashback memberikan kenangan tersendiri bagi pembaca. Serasa aku berada di tengah intrik kehidupan Milla sendiri.

Kak Indah menggunakan POV 3 menceritakan bagaimana lika-liku hidup Milla dan Declan yang berakhir dengan penuh kebahagiaan.

Ada beberapa kesalahan sih dalam penulisannya tapi tidak begitu mengganggu juga dalam membacanya malah aku lupa ada di mana letak kesalahannya #efekterhanyut. Lupa nggak ditulis juga. 

Ada satu adegan yang menarik perhatianku adalah pada saat Declan melamar Milla. Bukan cincin yang disematkan tapi anting berlian. Romantissssnyaaaa :)

Untuk keromantisan Declan, aku beri 4 Hello Kitty nihh ... Semoga saja suka.






 

Copyright © 2010 MY BOOK NOTE Blogger Template by Dzignine